Pages

22 September 2013

Anjing Saja Tahu Membalas Budi

Alkisah pada zaman dahulu kala terdapatlah seorang raja yang sangat tegas. Beliau memelihara 10 anjing yang sangat ganas. Anjing-anjing tersebut rupanya dia gunakan untuk menghukum pejabat yang bersalah. 

Jika sang Raja tidak berkenan, maka pejabat tersebut yang bersalah akan dilempar ke kandang anjing agar tubuhnya dicabik-cabik anjing-anjing tersebut sampai mati. 

Pada suatu hari salah seorang menterinya membuat keputusan yang salah. Maka murka lah sang Raja dan memerintahkan agar sang menteri dilempar ke kandang anjing tersebut.


 Sang menteri lalu berkata,”Paduka Yang Mulia. Hamba telah mengabdi kepada Paduka selama 10 Tahun. Namun hanya karena satu kesalahan, Paduka tega menghukum hamba begini. Atas pengabdianku selama ini, sudilah kiranya Paduka memberikan penundaan hukuman 10 hari saja kepada hamba.”

Mengingat pengabdian sang menteri selama 10 tahun, maka sang Raja pun bersedia menunda hukumannya 10 hari.

Sang menteri bergegas menuju kandang anjing tersebut dan meminta izin kepada penjaga kandang untuk mengurus anjing-anjing tersebut.  Ketika penjaga kandang bertanya untuk apa, sang menteri hanya menjawab,”10 hari kemudian engkau akan tahu.”

Selama 10 hari, sang menteri  memelihara, mendekati, memberi makan, bahkan memandikan anjing-anjing tersebut. Sehingga pada akhirnya anjing-anjing tersebut menjadi sangat jinak kepadanya.

Dan tibalah waktu eksekusi. 10 hari telah berlalu dan sang menteri pun dimasukkan ke kandang disaksikan oleh sang Raja. Tetapi Raja terkejut manakala melihat ke 10 anjing tersebut begitu jinak kepada sang menteri.

Sang Raja lalu bertanya, “Apa yang telah kau lakukan terhadap anjing-anjing ini? Kenapa mereka menjadi jinak padamu?”

Menteri pun menjawab, “Paduka Yang Mulia, saya telah mengabdi selama 10 hari kepada anjing-anjing ini. Dan mereka sedikitpun tidak melupakan jasaku. Tetapi saya telah mengabdi kepada Paduka selama 10 tahun, namun Paduka tega menjatuhkan hukuman ini tanpa memandang jasaku. Bahkan anjing pun lebih mengerti membalas budi daripad manusia.”

Mendengar ini, kaisar menjadi malu namun juga terharu. Airmatanya seketika meleleh dan menyadari kesalahannya selama ini. Karena itulah, ia lalu mengampuni menteri tersebut dan membebaskannya dari hukuman.

Terkadang sebagai manusia kita lebih gampang menghakimi seseorang karena kesalahannya. Namun langsung melupakan kebaikannya. Menjadi manusia tidak boleh tidak tahu budi. Ketika seseorang berbuat kesalahan, kita tidak boleh langsung memusuhinya. Karena di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna. Setiap orang pernah melakukan kesalahan. Sekalipun sekarang kita belum melakukannya, namun tidak menjamin kedepannya kita tidak akan salah. Karena itu jangan pernah merendahkan orang lain yang pernah melakukan kesalahan.