Pages

08 September 2013

Kisah Mengharukan Pengorbanan Seorang Ibu (Kisah Nyata saat Gempa Tsunami Jepang)

Inilah kisah nyata pengorbanan seorang ibu yang benar-benar terjadi ketika gempa Tsunami menerjang Jepang. Kala itu korban jiwa berjatuhan dan segala kerugian tidak terhindarkan. Segala bala bantuan pun dikerahkan untuk mengevakuasi  korban yang masih selamat. 

Terdapat sekumpulan tim penyelamat yang sedang menjelajah puing-puing gempa. Ketika mereka mencapai reruntuhan sebuah rumah, mereka mengintip melalui celah-celah dan melihat mayat seorang wanita muda di dalamnya.


Namun ada yang aneh dengan posisi mayat tersebut. Wanita itu seperti berlutut menyembah, tubuhnya juga condong ke depan. Dan tangannya seperti melindungi sesuatu. Puing-puing rumah telah menimpa tubuhnya.

Dengan bersusah payah, ketua tim penyelamat berusaha memasukkan tangannya melalui celah sempit untuk menjangkau wanita tersebut. Dia berharap bahwa wanita itu masih hidup. Namun tangannya hanya menjangkau tubuh yang telah kaku dan dingin, menyiratkan bahwa wanita ini telah meninggal.  

Maka sang ketua memutuskan untuk meninggalkan wanita itu, dan mengajak tim nya mencari korban selamat di reruntuhan yang lain. Namun entah kenapa, perasaannya begitu tidak enak. Seolah ada yang menarik hatinya untuk  mencari kembali di reruntuhan rumah wanita yang telah meninggal tersebut. 

Maka dia kembali ke reruntuhan itu. Dia lalu berlutut, dan kembali memasukkan tangannya ke celah sempit. Dia merasa wanita tersebut berusaha melindungi sesuatu di bawah tubuhnya. Karena itulah, tangannya berusaha menjangkau bagian bawah tubuh wanita itu. Dia meraba-raba dan mencari apa yang sesungguhnya dilindungi wanita itu. 

Tiba-tiba saja dia berteriak dengan gembira,”Ada seorang anak! Ada seorang anak!”

Dengan sigap Seluruh tim langsung bekerja sama membongkar puing-puing yang menimpa wanita tersebut. Dengan hati-hati mereka menyingkirkan tumpukan benda-benda di sekitarnya. 

Betapa terkejutnya mereka, ketika menemukan seorang bayi berusia sekitar 3 bulan terbungkus selimut bermotif bunga, tepat di bawah tubuh ibunya yang telah mati. Jelas wanita ini telah mengorbankan dirinya demi keselamatan anaknya. Ketika rumah ambruk, wanita tersebut menggunakan tubuhnya untuk melindungi bayinya. 

Bayi kecil tersebut  masih tertidur pulas ketika ketua tim mengangkatnya. Tidak lama kemudian, tim medis pun datang untuk memeriksa keadaan si bayi. Ketika selimutnya dibuka, mereka menemukan sebuah ponsel terselip di dalamnya. Ada sebuah pesan teks pada ponsel tersebut yang berbunyi :

“Jika kamu dapat bertahan hidup, kamu harus ingat bahwa mama sayang padamu.”

Ponsel tersebut dioper dari satu orang ke orang yang lain. Setiap yang membacanya tak mampu menahan airmata.

Di dunia ini, orang yang paling tidak ada keraguan untuk mengorbankan dirinya demi kita, hanyalah MAMA. Orang lain sedekat apapun dengan kita, sesayang apapun dengan kita belum tentu mau mengorbankan nyawanya demi kita. Hanya mama yang pasti tanpa keraguan akan melakukan apapun demi kebahagiaan kita. Di dunia ini tidak akan ada cinta yang paling tulus, setulus cinta mama. Karena itulah, kita wajib berbakti dan menyayangi mama dengan segenap nafas kita. Karena mama juga sangat mencintai kita dengan segenap jiwa raganya. Peluk mama kita, dan katakan padanya, “AKU SAYANG MAMA”

Seperti wanita dalam kisah nyata ini :

“Jika kamu dapat bertahan hidup, kamu harus ingat bahwa mama sayang padamu.”